english francais up arrow

Ketut Reti

Saya mengajar yoga pada seorang perempuan Bali bernama Ketut Reti sejak bulan September 2003, dan ingin berbagi dengan anda kisah kehidupan dia. Dia adalah seorang manusia yang sangat tabah dan pandai mengendalikan diri, dan saya sangat mengagumi keberanian dan keteguhan hatinya dalam memperbaiki keadaan dirinya. Dia berhak mendapatkan kesempatan — mungkin diantara anda dapat mempertimbangkan untuk membantu dia dengan memberikan donasi pada sebuah dana perwalian yang sedang saya dirikan untuk dia.

Pada tahun 1984 Ketut menderita apa yang pada waktu itu dipikirkan oleh dokter sebagai tipus. Pada saat itu dia berusia duabelas tahun. Tiga hari sebelum dia jatuh sakit, dia jatuh ke sawah tetapi tidak terluka. Ketika demamnya tidak kunjung turun, keluarganya membawa dia ke sebuah rumahsakit di Bali, namun kondisi dia tidak membaik. Para dokter mengatakan bahwa sakitnya bersumber dari perutnya, dan mereka mengoperasi perutnya.

Sayangnya setelah operasi, kondisi dia masih tidak membaik, dan demam dia semakin meningkat sehingga akhirnya para dokter memutuskan untuk mengoperasinya kembali demi memperbaiki operasi yang pertama. Setelah operasi yang kedua, demamnya akhirnya menurun tetapi betis kirinya menjadi sangat membengkak, dimana kemudian betis ini pun dioperasi.

Bengkak ini kemudian pindah ke pergelangan kaki kirinya, dan ini pun dioperasi pula. Ketut harus berbaring pada badan bagian kanannya selama tiga bulan sesudahnya. Selama masa itu, dia tidak dapat makan dan hanya dapat menerima infus — sebanyak 80 botol total.

Selama itu pula Ketut tinggal menjadi tulang berbalut kulit. Akhirnya, cairan infus tidak dapat masuk ke dalam tubuhnya dan dokter harus mengoperasi siku kirinya. Setelah operasi yang terakhir ini, dokter sadar bahwa Ketut membutuhkan makanan untuk dapat memulihkan kembali kekuatannya. Dia mulai makan sedikit demi menyelamatkan hidupnya. Akhirnya dia dipulangkan ke rumah setelah empat bulan berada di rumahsakit.

Setelah pulang ke rumah, Ketut tidak dapat berjalan. Keluarganya menyewa seorang tukang pijat setempat untuk memijat Ketut. Mereka pun tetap kembali mengunjungi dokter, tetapi kondisi gadis malang ini tidak membaiki sama sekali.

Sebulan setelah keluar dari rumah sakit, Ketut dan keluarganya kembali mengunjungi dokter untuk beberapa tes, dan dokter mengatakan bahwa pinggul kirinya tergelincir dari kedudukannya dan entah bagaimana telah melebur menjadi satu. Tulang-tulang daerah pinggul tersebut tertutupi dengan daging dan pinggulnya tidak dapat digerakkan. Tidak ada yang tahu sama sekali apa yang sesungguhnya terjadi — Ada dugaan bahwa si tukang pijat mungkin yang telah menyebabkan hal ini terjadi. Juga mungkin bahwa hal ini terjadi karena Ketut terus menerus berbaring pada badan bagian kanannya selama berbulan-bulan.

Para dokter meminta biaya yang sangat tinggi sekali untuk melakukan operasi ulang pada Ketut, tetapi keluarganya tidak pernah sanggup untuk mengumpulkan jumlah yang diminta, dan itu sudah 20 tahun yang lalu.

Sejak itu Ketut selalu hidup dengan rasa sakit terus menerus. Kaki kirinya lebih pendek enam senti, dan tangan kanannya bengkok.

HUBUNGI SAYA, DAN MENYUMBANG PADA DANA PERWALIAN UNTUK MEMBANTU KETUT AGAR DAPAT MENJALANI OPERASI BARU

up arrow  
back arrow  
© 2004-2007, IntuitiveFlow.com — Ubud, Bali  

englishEnglish

francaisFrançais

home page tentang saya lokakarya & retreat bimbingan & penyembuhan link ke info lain
news kontak saya ulurkan tangan anda